Rabu, 30 November 2011

Bayi Yang Menyelamatkan Dua Nyawa.

Kisah nyata berikut ini dikutip dari Buku "Gifts From The Heart for Women" Karangan Karen Kingsbury. Meskipun cerita ini berasal dari barat dan dialami oleh mereka yang tidak sekeyakinan dengan kita, akan tetapi kisah ini mengandung banyak pelajaran berharga bagi kita, cerita yang sangat menyentuh dan akhir yang begitu meremas-remas batin kita. Semoga menginspirasi kita semua, selamat menikmati .
_____________________________________________________

Ada pasangan suami isteri yang sudah hidup beberapa lama tetapi belum mepunyai keturunan. Sejak 10 tahun yang lalu, sang istri terlibat aktif dalam kegiatan untuk menentang ABORSI,karena menurut pandangannya, aborsi berarti membunuh seorang bayi.

Setelah bertahun-tahun berumah-tangga, akhirnya sang istri hamil, sehingga pasangan tersebut sangat bahagia. Mereka menyebarkan kabar baik ini kepada famili, teman2 dan sahabat2, dan lingkungan sekitarnya. Semua orang ikut bersukacita dengan mereka. Dokter menemukan bayi kembar dalam perutnya, seorang bayi laki2 dan perempuan. Tetapi setelah beberapa bulan, sesuatu yang buruk terjadi. Bayi perempuan mengalami kelainan, dan ia mungkin tidak bisa hidup sampai masa kelahiran tiba. Dan kondisinya juga dapat mempengaruhi kondisi bayi laki2. Jadi dokter menyarankan untuk dilakukan aborsi, demi untuk sang ibu dan bayi laki2 nya.

Fakta ini membuat keadaan menjadi terbalik dan serba salah. Baik sang suami maupun sang istri mengalami depresi karena keadaan yang begitu dilematis. Pasangan ini bersikeras untuk tidak menggugurkan bayi perempuannya , tetapi juga khawatir terhadap kesehatan bayi laki-lakinya. “Saya bisa merasakan keberadaannya, dia sedang tidur nyenyak”, kata sang ibu di sela tangisannya. Lingkungan sekitarnya memberikan dukungan moral kepada pasangan tersebut,dengan mengatakan bahwa ini adalah kehendak Tuhan.

Ketika sang istri semakin mendekatkan diri dengan Tuhan, tiba-tiba dia tersadar bahwa Tuhan pasti memiliki rencanaNya dibalik semua ini. Hal ini membuatnya lebih tabah.Pasangan ini berusaha keras untuk menerima fakta ini. Mereka mencari informasi di internet, pergi ke perpustakaan, bertemu dengan banyak dokter, untuk mempelajari lebih banyak tentang masalah bayi mereka.Satu hal yang mereka temukan adalah bahwa mereka tidak sendirian. Banyak pasangan lainnya yang juga mengalami situasi yang sama, dimana bayi mereka tidak dapat hidup lama. Mereka juga menemukan bahwa beberapa bayi akan mampu bertahan hidup, bila mereka mampu memperoleh donor organ dari bayi lainnya. Sebuah peluang yang sangat langka. Siapa yang mau mendonorkan organ bayinya ke orang lain ? Adakah pasangan berhati mulia yang bersedia mengorbankan buah hatinya demi buah hati orang lain ?

Jauh sebelum bayi mereka lahir, pasangan ini menamakan bayinya, Jeffrey dan Anne. Mereka terus mengadu kepada Tuhan. Pada mulanya,mereka memohon keajaiban supaya bayinya sembuh. Kemudian mereka tahu, bahwa mereka seharusnya memohon agar diberikan kekuatan untuk menghadapi apapun yang terjadi, karena mereka yakin Tuhan punya rencanaNya sendiri.

Keajaiban terjadi, dokter mengatakan bahwa Anne cukup sehat untuk dilahirkan, tetapi ia tidak akan bertahan hidup lebih dari 2 jam. Sang istri kemudian berdiskusi dengan suaminya, bahwa jika sesuatu yang buruk terjadi pada Anne, mereka akan mendonorkan organnya. Ada dua bayi yang sedang berjuang hidup dan sekarat, yang sedang menunggu donor organ bayi.

Sekali lagi, pasangan ini berlinangan air mata. Mereka menangis dalam posisi sebagai orang tua, dimana mereka bahkan tidak mampu menyelamatkan Anne dan berbuat apa-apa lagi. Pasangan ini bertekad untuk tabah menghadapi kenyataan yg akan terjadi.Ditengah kekalutan yang demikian mencekam itu, akhirnya keduanya bertekad bulat bahwa walaupun anak mereka tidak mampu diselamatkan, maka setidaknya mereka dapat menyelamatkan hidup orang lain.

Hari kelahiran tiba. Sang istri berhasil melahirkan kedua bayinya dengan selamat. Pada momen yang sangat berharga tersebut, sang suami menggendong Anne dengan sangat hati-hati, Anne menatap ayahnya, dan tersenyum dengan manis. Senyuman Anne yang sedemikian indah itu tak akan pernah terlupakan dalam hidupnya. Tidak ada kata2 di dunia ini yang mampu menggambarkan perasaan pasangan tersebut pada saat itu. Mereka sangat bangga bahwa mereka sudah melakukan pilihan yang tepat (dengan tidak mengaborsi Anne),mereka sangat bahagia melihat Anne yang begitu mungil tersenyum pada mereka, mereka sangat sedih karena kebahagiaan ini akan berakhir dalam beberapa jam saja. Sungguh tidak ada kata2 yang dapat mewakili perasaan pasangan tersebut. Mungkin hanya dengan air mata yang terus jatuh mengalir, air mata yang berasal dari jiwa mereka yang terluka..

Baik sang kakek, nenek, maupun kerabat famili memiliki kesempatan untuk melihat Anne. Keajaiban terjadi lagi, Anne tetap bertahan hidup setelah lewat 2 jam. Memberikan kesempatan yang lebih banyak bagi keluarga tersebut untuk saling berbagi kebahagiaan. Tetapi Anne tidak mampu bertahan setelah enam jam…, jika ingin berbuat sesuatu yang berharga inilah saatnya.

Para dokter bekerja cepat untuk melakukan prosedur pendonoran organ. Setelah beberapa minggu, dokter menghubungi pasangan tsb bahwa donor tsb berhasil. Dua bayi berhasil diselamatkan dari kematian karena pengorbanan Anne dan orang tuanya. Pasangan tersebut sekarang sadar akan kehendak Tuhan bahwa Anne dikirim kepada mereka tidak hanya untuk menggembirakan orang tuanya, akan tetapi juga untuk menyelamatkan nyawa sesamanya. Walaupun Anne hanya hidup selama 6 jam, tetapi dia berhasil menyelamatkan dua nyawa. Bagi pasangan tersebut, Anne adalah pahlawan mereka, dan sang Anne yang mungil akan hidup dalam dekapan hati mereka selamanya…

_____________________________________________________

Anne, nama bayi mungil nan menggemaskan itu, hidupnya memang tidak lebih dari enam jam saja, akan tetapi di waktu sesingkat itu ia telah melakukan sesuatu yang teramat mulia.
Bila ia yang belum mengerti apa-apa merelakan apa yang paling berharga dari dirinya, maka bagaimanakah dengan kita.....?

Sahabatku,
Hidup memang terasa singkat, namun tidak ada yang lebih memperpendeknya selain keengganan kita tuk berbagi kebahagiaan dan kebaikan.
Hidup pula kadang terasa menjemukan, namun tidak ada yang lebih membosankan daridapa hidup tanpa tujuan dan kebermaknaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar